5 Cara Efektif Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal

Oleh Nadya Maharani

Komunikasi merupakan aktivitas dasar pada manusia, dengan berkomunikasi manusia dapat saling terhubung satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan yang paling dasar yang harus dimiliki oleh manusia. Orang sering beranggapan bahwa kemampuan berkomunikasi akan tumbuh dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental pada manusia yang bersangkutan. Dengan demikian, mereka menyimpulkan bahwa memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik tidak perlu dilatih secara khusus. Akan tetapi, dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai adanya perbedaan pendapat dan kesalahpahaman dalam berkomunikasi sehingga menyebabkan terjadinya situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan. Ketika sedang melakukan interaksi sosial, seseorang akan belajar untuk bersosialisasi dengan membangun hubungan yang baik terhadap orang yang bersangkutan. Namun faktanya, beberapa orang belum dapat berkomunikasi dengan baik di lingkungannya. Kurangnya kemampuan berkomunikasi yang baik ditunjukkan dengan perilaku sangat mudah tersinggung, tidak mau menghargai pendapat orang lain, tidak dapat menerima kritikan dari orang lain dan perilaku lainnya dapat mengakibatkan memburuknya hubungan interpersonal pada orang yang bersangkutan.

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antarperorangan dan bersifat pribadi yang terjadi secara langsung ataupin tidak langsung. Komunikasi ini terjadi antara dua orang atau lebih yang bersifat informal serta membutuhkan hubungan emosional di antara pelaku komunikasi. Menurut Effendi yang dikutip dari Liliweri (1991) komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara seorang komunikator dan seorang komunikan yang sangat efektif dalam upaya mengubah sifat, pendapat, dan perilaku seseorang, karena sifatnya dialogis berupa percakapan dan arus balik yang bersifat langsung yaitu pada saat komunikasi sedang berlangsung. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa kemampuan dalam komunikasi interpersonal bukanlah kemampuan yang bersifat bawaan yang ada sejak pertama kali manusia dilahirkan, melainkan merupakan kemampuan yang dapat dipelajari dan dilatihkan. Individu haruslah memiliki empat keterampilan dasar dalam membangun komunikasi interpersonal, yaitu: mampu saling memahami dan percaya satu sama lainnya, mampu mengkomunikasikan perasaan dan pikiran secara tepat, mampu saling memberi dan menerima dukungan, dan terakhir mampu menyelesaikan bentuk-bentuk masalah yang mungkin muncul dalam komunikasi seacara konstruktif (Johnson 1981). Menurut Devito (1991) terdapat lima kriteria untuk mewujudkan keterampilan komunikasi interpersonal yaitu: openness (keterbukaan), empathy (empati), suportiveness (dukungan), positiveness (sikap positif), dan kesetaraan.

Kita tahu selama ini telah banyak penelitian mengenai cara untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Sebagai contoh dengan penelitian dari Trisnaningtyas dan Nursalim (2010) dalam penelitiannya menggunakan latihan asertif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa dan hasilnya sangat efektif dan berdampak pada hasil belajar siswa. Melihat contoh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di atas, maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal sangat penting dan perlu dilatihkan terutama kepada siswa karena hal tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosialnya.

Berdasarkan kajian literatur di dalam Bimbingan dan Konseling terdapat banyak teknik yang dapat kita gunakan untuk membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan interpersonal, salah satunya adalah teknik role playing. Menurut Romlah (2006), role playing adalah salah satu teknik yang telah diteliti oleh para ahli yang bekerja di bidang penyelenggaraan latihan-latihan. Para ahli telah membuktikan bahwa role playing merupakan teknik yang bermutu. Para ahli psikologi behavior menggunakan teknik tersebut untuk melatih ahli komunikasi atau ahli hubungan interpersonal dalam lingkungan pekerjaan. Pada saat ini, role playing secara lebih luas telah diterima sebagai teknik yang melatih berbagai macam hubungan interpersonal. Jackson dalam (Dharmayanti 2013) mengatakan bahwa role playing berperan menolong peserta didik yang masih cenderung pasif dalam berkomunikasi saat pembelajaran. Pendapat lain, role playing sebagai bagian dari pembelajaran yang didalamnya peserta didik memainkan peran dalam pertunjukkan, yang artinya role playing mengarahkan peserta didik agar lebih menjadi aktif dalam lingkungan sosial dan mampu mengutarakan apa yang menjadi keinginan, perasaan, dan pikiran orang lain.

Selain menerapkan teknik role playing, untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal berikut adalah tujuh teknik yang efektif:

1. Mendengarkan Aktif

Mendengar merupakan suatu proses fisiologis sementara mendengarkan menyangkut penerimaan rangsangan. Menerima disini berarti bahwa seseorang dalam aktivitas mendengarkan itu menyerap rangsangan yang diterima kemudian memprosesnya dengan cara tertentu. Mendengarkan secara aktif dapat memperlihatkan kesan kepada komunikator atau pengirim pesan bahwa komunikan atau orang yang menerima pesan benar-benar terlibat dalam komunikasi tersebut. Kunci untuk dapat mendengarkan secara aktif adalah sikap partisipatif. Cara untuk membantu meningkatkan partisipasi dalam komunikasi adalah dengan berusaha secara maksimal untuk mendengar dan mengaktifkan panca indra serta dengan tidak membiarkan diri untuk melamun atau membiarkan pikiran melantur jauh dari pokok pembicaraan.  Selain itu, dengan perhatian penuh kepada komunikator, pendengar yang aktif dapat lebih fokus pada inti dari pesan yang disampaikan dam dapat memberi umpan balik berupa tanggapan atau pertanyaan agar pendengar lebih memahami tentang apa yang sedang dibicarakan.

2. Mengembangkan Empati

Empati diibaratkan seperti barang mahal yang sulit di dapat, empati bukan hanya sekedar ikut merasakan, tetapi juga berbuat dengan tindakan yang nyata. Empati berarti kita ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Secara lebih luas empati diartikan sebagai keterampilan sosial tidak sekedar ikut merasakan pengalaman orang lain, tetapi juga mampu melakukan respon kepedulian terhadap perasaan dan perilaku orang tersebut. Empati menekankan pentingnya mengindra perasaan orang lain sebagai dasar untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat.

3. Menjaga Keseimbangan Emosi dan Logika

Menjaga keseimbangan antara emosi dan logika sangat penting dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Keseimbangan ini memungkinkan individu untuk dapat mengekspresikan emosi secara tepat sambil tetap berpikir rasional saat sedang berkomunikasi. Kecerdasan emosiona jugal memungkinkan individu untuk dapat mengenali dan mengelola emosi mereka sendiri serta memahami emosi orang lain yang mendukung interaksi yang lebih efektif dalam berbagai situasi sosial.

4. Menerima Umpan Balik

Menerima umpan balik dalam komunikasi interpersonal adalah proses dimana individu mendapatkan tanggapan dari orang lain mengenai bagaimana cara mereka berkomunikasi. Umpan balik yang diterima dapat berupa positif ataupun negatif yang membantu dalam memahami efektivitas komunikasi yang dilakukan. Dengan menerima umpan balik, individu dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam keterampilan berkomunikasinya, serta membuat perbaikan yang diperlukan untuk interaksi yang lebih baik di masa depan.

5. Berlatih Komunikasi Asertif

Berlatih komunikasi asertif berarti mengembangkan keterampilan untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan dengan tegas, jelas, dan hormat tanpa merendahkan orang lain. Ini melibatkan kemampuan untuk menghargai hak orang lain sambil mengungkapkan diri dengan jujur dan konstruktif. Dengan berlatih komunikasi asertif, individu dapat memperkuat hubungan interpersonal, mengurangi konflik, dan menciptakan suasana berkomunikasi yang sehat.

Sumber: https://www.kompasiana.com/nadyamaharani6268/6778995f34777c3b943c3442/5-cara-efektif-untuk-meningkatkan-keterampilan-komunikasi-interpersonal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *